Atasi Luka Bakar Dengan Madu.
Manfaat madu bagi kesehatan memang tak diragukan lagi. Berbagai penyakit bisa diatasi dengan madu, termasuk luka bakar. Madu disebut-sebut dapat menyembuhkan luka bakar lebih cepat dari obat yang lain. Luka bakar termasuk jenis luka yang parah dan sulit disembuhkan, belum lagi bekas luka bakar biasanya akan terus ada dan sulit hilang.
Menurut Dr Andrew Jull dari Klinik Universitas Auckland, New Zealand, madu bisa menjadi obat tradisional yang baik untuk mengatasi luka bakar. Sebuah penelitian dilakukan terhadap 2.554 pasien dengan derita luka bakar yang berbeda-beda. Dalam penelitian tersebut, luka diolesi dengan madu adalah yang tercatat paling cepat mengalami kemajuan dan kesembuhan.
Madu memiliki kemampuan untuk memperbaharui sel-sel yang rusak atau mati pada kulit. Madu juga dapat merangsang tumbuhnya sel-sel yang baru. Selain itu madu juga berfungsi sebagai obat antibakteri. Hingga kini, para peneliti dibidang kesehatan masih akan terus mencari fungsi madu yang lain bagi tubuh. (kee/eny)
Alasan Kuat Minum Teh Hijau.
Sekarang Anda punya lebih banyak alasan untuk “ngeteh” sebelum berangkat kerja atau pas kumpul keluarga disore hari. Banyak ragam teh yang teh hitam,oolong,dan teh hijau. Dari berbagai jenis,teh hijau banyak disarankan untuk dikonsumsi karena manfaatnya berlipat. Sebagai antioksidan kuat,teh hijau memerangi penyakit jantung atau mencegah peradangan.
1. Mengurangi Kanker.
Kandungan polifenol,antioksidan kuat pada teh hijau mengurangi resiko penyakit kanker payudara,perut,kerongkongan,kolot (usus besar),dan prostat.
2. Menyejukkan Kulit.
Teh hijau merupakan antiseptik alami yang meredahkan peradangan dan gatal pada kulit. Anda bisa mencoba juga teh hijau untuk mengempiskan jerawat,kulit terbakar bahkan kelopak mata yang membengkak entah habis nangis atau kurang tidur.
3. Stabilkan Tekanan Darah.
Orang-orang yang mengonsumsi separuh cangkir teh hijau setiap hari sudah “menabung” menghindarkan diri dari tekanana darah tinggi sebesar 50% dibanding mereka yang tak biasa minum teh hijau. Sekali lagi kandungan polifenol (yang sekarang dikenal sebagai ECGC) yang membuat tekanan darah stabil.
4. Melindungi Daya Ingat.
Teh hijau tampaknya juga menjaga otak tetap “tajam” dari bahaya kepikunan. Orang dewasa yang minum teh setidaknya dua cangkir sehari tampaknya tidak punya masalah kognitif serius dibandingkan mereka yang minum teh kurang dari jumlah tersebut.
5. Awet Muda.
Semakin muda dan sehat arteri Anda,maka dampaknya Anda juga makin terlihat lebih sehat dan lebih muda. Jadi perangilah plak yang tertimbun dipembuluh darah yang akan meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Tambahkan usia biologis dan energi dengan mengonsumsi teh hijau. Beberapa banyak dosis yang harus dikonsumsi? Sekitar 10 ons teh hijau perhari yang akan menghalangi tubuh menyerap lemak yang menyumbat arteri dan kolesterol.
6. Menurunkan Berat Badan.
Ini yang kita suka. Dengan teratur mengonsumsi teh hijau berarti Anda mempercepat proses pembakaran kalori dalam tubuh. Tak usah repot diet kan?.
Teh Hambat Pembentukan Lemak.
Teh merupakan minuman yang paling mudah ditemui. Bahkan,bisa dianggap salah satu daily driank masyarakat hampir disemua negara setelah air putih. Selain menyegarkan,teh mempunyai manfaat lain. Yaitu,mencegah terjadinya proses aterogenesis (pembentukan tempelan lemak di dinding pembuluh darah). Hal ini disampaikan oleh Dr Siti Nur Chusnul Yusmiati STp MKes. Sebagaimana tumbuhan yang berwarna kuat lain (merah,kuning,ungu) teh juga mengandung polifenol. Bahan ini mempunyai struktur ikatan rangkap yang bereaksi dengan radikal bebas. Itulah sebabnya,polifenol begitu penting dikonsumsi. Bahan ini bersifat antioksidan. “Ini merupakan senyawa yang bisa mengikat radikal bebas dan menekan proses oksidatif,” jelas Dosen Akademi Analis Kesehatan YPM Sidoarjo.
Bahkan,teh mempunyai kadar polifenol paling tinggi. Lebih spesifik,teh hijau,dan teh merah. Teh hijau merupakan teh yang berasal dari pucuk daun pohon teh yang diolah tanpa fermentasi. Teh hijau mempunyai taste pahit dan sepat ketika dicecap. Ketika diseduh,warnanya bening kehijauan. Teh merah disebut juga teh rosela. Ini bukan berasal dari pohon teh. Melainkan dari mahkota bunga rosela. Berbeda dengan kebanyakan teh,rosela mempunyai taste sedikit asam. Sebab,terdapat kandungan asam sitrat dan asam askorbat. Dengan mengonsumsi teh hijau maupun teh rosela,maka pasokan antioksidan dalam tubuh yang tadinya tak cukup ampuh menagkal radikal bebas,bertambah. Kondisi ini akan memperbaiki stres oksidasi. “Efek baik lainnya,kecepatan proses pembentukan sumbatan oleh lemak di pembuluh darah juga diperlambat. Sehingga resiko penyakit kardiovaskuler bisa dihindari,” jelas perempuan yang baru saja menjalani ujian terbuka desertasi doktor yang mengambil tema Potensi Antioksidan dalam Ekstrak Teh Merah dan Teh Hijau terhadap Proses Aterogenesis pada Tikus dengan Diet Aterogenik di Pascasarjana Unair,kemarin (28/8).
Untuk mendapatkan manfaat tersebut,kata Chusnul, bisa didapat dengan mengonsumsi 2-5 cangkir teh hijau atau teh merah setiap hari. Berdasar survei yang dilakukan dibeberapa negara,mereka yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi 2-5 gelas teh hijau setiap hari selama 10 tahun beresiko artherosklerosis lebih kecil. Namun,memang supaya bahan aktif dalam teh hijau dan teh merah tidak banyak terbuang,cara penyajiannya harus tepat. Menurut Chusnul, baik teh hijau maupun teh merah cukup disajikan dengan jalan diseduh air panas bersuhu 80 derajat Celsius. Ini setara dengan suhu air panas dalam termos.
Jauhkan Sikat Gigi dari WC.
Posisi tidak hanya menentukan prestasi. Posisi juga menentukan kesehatan. Maksudnya, salah menempatkan benda-benda yang biasa digunakan, bahaya bisa mengancam. Dimana saja? Salah satunya, wastafel. Ini tempat paling tidak aman meletakkan sikat gigi dan kroni-kroninya. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan wastafel. Yang tidak betul, jika jarak wastafel dan WC siram terlalu dekat (kurang dari dua meter). Chuck Gerba PhD, guru besar mikrobiologi lingkungan dari University of Arizona mengatakan, ada 3,2 mikroba dalam 6,5 sentimeter persegi di WC. Ketika menyiramnya, bakteri di dalam WC bisa terciprat dan menempel dilantai, wastafel, serta sikat gigi. “Karena itu, sikat gigi hendaknya disimpan di lemari tertutup di bagian atas wastafel yang tak terkontaminasi apa pun,” jelas Gerba.


